Selasa, 16 Maret 2010

Rencana Pelatihan Pratugas Faskom (Fasilitator Komunitas) Bangun Mandar





Setelah melalui beberapa tahapan proses rekrutmen calon Faskom Bangun Mandar (1. Berkas 2. Tes Tulis 3. FGD Kompetensi) tibalah pada proses akhir dari seleksi ini yaitu pelatihan pratugas. Pelatihan ini sekaligus menjadi ajang seleksi akhir sebelum para calon Faskom di mobilisasi ke 66 desa sasaran pilot.

Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan pada 22 - 25 Maret 2010 di Kabupaten Majene diikuti oleh 5 Supervisor Kabupaten dan 90 calon Faskom, 66 di antaranya akan dimobilisasi dan 24 menjadi cadangan. Pelatihan ini akan dipandu oleh tim pemandu nasional yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Pelatihan ini juga akan diperkuat muatan substansi sosiologis dan filosofis terkait pemberdayaan yang akan difasilitasi langsung oleh para tim ahli dari Unhas.

Selamat menikmati pelatihan partisipatif bermetodologi pembelajaran orang dewasa ini.

Kamis, 11 Maret 2010

Senyuman yang Diam...,




Dade' lagi akting senyum si Kaka' akting diam...,

'Diam' memiliki kekuatan yang luar biasa. Diam bisa dipakai menghukum dan membingungkan orang. Namun lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya 'ruang'. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

Demikian halnya 'Senyum'. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.

Kapan terakhir kali kita menghadiahi senyuman manis yang diam pada orang terkasih di sekitar kita...? Nahloh…!!!?

Selasa, 09 Maret 2010

Bangun Mandar...,



Setelah bergelut dengan berbagai hal..., akhirnya kami sekeluarga sepakat meninggalkan kota Makassar tuk ‘sejenak’ menyisihkan lengan baju memfasilitasi gerakan membangun desa mandiri berbasis masyarakat (Bangun Mandar) di provinsi termuda Sulawesi Barat (kata para calon kepala daerah; ihlas pulang membangun kampoeng halaman, hehehe…).

Tentunya akan banyak hal yang menanti tuk diukir dalam torehan-torehan spiritual. Petuah mandar bilang begini ; Muaq purami di pau purami di poloa daq leqba tia soroq tammappasaqbi (Bila kita sudah berikrar jangan sampai mencoba diri surut menghilang tanpa pamit).

Senin, 28 September 2009

JK Tetap Phesidenku....

Kamilah yang akan menjadi 'the rising star' bakal presiden & wapres ke 14 RI, amin (satu-satunya di dunia paket presiden dan wakil presiden 'twin brother'
s

Senin, 29 Juni 2009

JK Plesidentuuuuu...!!!!!


Apapun celitanya, JK Plesidentu. Mo menang kek, kalah kek yang pasti JK fur President..., (Oe..Dade', dikau tuh sebenarnya pilih JK or SBY, pa'nassai. Jarinya mo ngacung nomor 2 atau nomor 3, hehehe.... Dade'...dade'....)

Btw, Kk' Aim pilih siapa ya? (Kk' belum cukup umur..., baru bisa menentukan pilihan 15 tahun 4 bulan kemudian. Trus bukanmi nyontreng..., but tekan tombol, mantappp!!!)

Makassar oh Makassar...,

Janganmi logat de, nanti ta' lipakqi lidanu, ta'kkilirqi lehernu..., biasayyamo...jadi santemilah. Start prom naow...pake logat Makassarmaki deh.

Kamis, 26 Februari 2009

Mu'dani Berat...,

Berpisah untuk waktu yang lama bahkan lama sekali rasanya (kurang lebih 2 minggu, sejak 15 - 27 Pebruari 2009) menyisakan begitu banyak rasa kangen dan kehilangan begitu banyak momentum berharga dan indah bersama istri dan anak-anak di rumah.

Detik demi detik rasanya berlalu begitu hampa tanpa tawa dan canda mereka, telepon dan sms bahkan tak sanggup menggantikan kehadiran fisik mereka. Waktu yang paling menyiksa adalah tatkala akan merebahkan tubuh ini setelah shalat Isya. Terbayang keceriaan dan kebahagiaan bersama mereka, tadinya kupikir dengan berkhayal akan sedikit mengobati rasa itu, tapi...hmmmmm, ternyata itupun tak sanggup mendatangkan rasa itu.

Satu-satunya jalan untuk mengobati sedikit rasa itu adalah berdoa dalam hati agar mereka semua tetap dalam lindungaNya. Semoga Allah segera mempertemukan kami kembali dalam suasana yang sama bahkan lebih ceria dan bahagia dari sebelumnya. Setelah itu tarikan nafas dalam-dalam mengantarkan mata ini sedikit demi sedikit terpejam dan tertidur.

Mimpi indah dalam tidur yang lumayan pulas sedikit berkontribusi mewakili rasa itu. Walaupun sebentar lagi setelah terjaga untuk melakukan shalat lail, rasa rindu tersebut menyerang lagi. Bahkan linangan air mata pun tak sanggup menghilangkan rasa itu. Subhanallah, alangkah bahagianya diri ini andai semua itu sanggup terolah menjadi kerinduan kepada Sang Khalik, sang maha pengasih dan maha penyayang..., ar Rahman dan ar Rahim.

Bunda, Kk' Aim & Dd' Iam..., Ayah sangat rindu kalian. Ayah ingin segera pulang memeluk dan merangkul kalian bertiga. Ayah janji tidak akan berpisah lagi untuk waktu yang lama.

Ya Allah, terima kasih atas nikmat 'rasa' yang kau anugerahkan ini. Alhamdulillah ya Allah, Syukran. (tulisan ini diakhiri, pas gema adzan subuh di mushallah, dekat tempat nginap, berkumandang. (Hayya'ala sholahhhh, Asholatu khairum minannaum...,)