Selasa, 11 Maret 2008

Renang..an (1)

Ini pas hari nyepi loh..., nyepi nan cerah





Renang...an (2)

Ini menjelang magrib...siap-siap semua lampu dimatikan seantero Bali...


Naik Langit Uluwatu...


Di Pura Uluwatu ini, kita dapat menikmati pemandangan eksotik sekeliling jagat raya desa Uluwatu Kab. Badung (kalo gak salah).
Memasuki kawasan pura, kita mesti mengenakan pakaian adat (selendang, ikat pinggang kuning), katanya sih sebagai perhormatan terhadap tempat ibadah. Yang unik tuh, perempuan yang lagi 'M' dilarang masuk (gimana cara memeriksanya ya?) Sepanjag perjalanan menaiki anak tangga ke pura, kita dicandai dan dicengiri monyet yang siap menunggu lemparan kacang tanah tuk disantap.
Si Kk & Ade ceria sekali berada di ketinggian..., tawanya bersahutan-sahutan sebagai tanda menikmati sejuknya angin laut dan suasana alam bebas...

Rabu, 05 Maret 2008

Pas Nyepian...

InsyAllah, siang ini kami menuju Bandara Soekarno Hatta, dalam rangka liburan ke Bali selama 4 hari (6 - 9 Maret 2008). Rencana ke Bali ini sebenarnya sudah lama dirancangnya, hanya saja selama ini belum ketemu momen yang pas. Lagi pula Kk & Ade juga kan masih sangat 'bayi' banget. Nah, pas memasuki usia bulan ke 4 (sebagai hadiah ulang bulan) & yang lebih pasnya lagi karena 'pas' dapat paket perjalanan yang pas di saku, maka kloplah antara rencana dan financing.

Hehehe, Bunda bareng Ade' Iam...

Selasa, 04 Maret 2008

Merindukan Ka'bah...


Sebelum berangkat haji/umrah, kita harus 'menggugurkan' dulu niat, perangkat, dan perilaku kita. Sudah benarkah niat kita? Halalkah uang yang kita gunakan untuk membiayai keberangkatan kita? Jiwa mana yang kita bawa? Jiwa yang hendak bertekuk lutut dan mengakui kehinaan di hadapanNya, ataukah jiwa yang hendak 'memperalat' Allah demi status baru sebagai manusia yang gila hormat dan sanjungan? Ataukah sekedar memperpanjang gelar yang kita sandang...?
Selami jiwa kita dan bunuhlah tikus-tikus busuk yang ada di dalamnya. Dan, selami pula hakikat haji/umrah untuk kemudian kita biarkan keagunganNya bersemayam dalam jiwa kita, dan memancar jauh ke dalam relung kehidupan sebagaimana dulu Ibrahim as.
Jadi, haji/umrah bukanlah sekedar profesi lahiriah formal belaka, melainkan sebuah momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Artinya apa? orang yang sudah berhaji/berumrah haruslah menjadi menusia yang 'tampil beda' (lebih lurus hidupnya) dibandingkan sebelumnya. Dan ini adalah kemestian. Kalau tidak, sesungguhnya kita hanyalah wisatawan yang berlibur ke tanah suci, tidak lebih!

Minggu, 02 Maret 2008

Sebelum Acara Imunisasi...

Ini senyum mereka sesaat sebelum imunisasi (pas bulan ke-4 lebih dua hari, 2 Maret 2008)). InsyAllah memasuki bulan ke-9 mulai lagi imunisasi campak. Okay?